Bogor, Kota Hujan dengan Berbagai Kenangan dan Gratisan

Standar
Anak Kelas Sinematografi

Anak Kelas Sinematografi, foto barengnya gaya formal dulu.

Setelah lebih dari 2385 hari tidak menulis di blog ini dengan berbagai alasan, mulai dari selalu ketiduran setelah buka laptop, sampai wifi tetangga yang sudah tidak dapat di akses lagi. Akhirnya mencoba mendedikasikan diri kembali untuk bercumbu mesra dengan huruf huruf yang ada pada keyboard laptop.

Entah sudah berapa banyak kisah, cerita dan cita-cita yang terlewat dan tidak terdokumentasikan dalam bentuk tulisan. Setidaknya postingan kali ini sebagai tanda keberadaan saya setelah vakum beberapa lama.

Selama vakumnya saya dari menulis blog, berbagai perjalanan saya tempuh. Salah satunya ialah Bogor.

Tepat pada bulan Mei 2016 lalu, kami mendapat kesempatan yang mungkin hanya dapat dirasakan oleh beberapa orang beruntung di seluruh Indonesia. Ya, 3 orang dari kami yang berasal dari komunitas PCC Banjarmasin lolos mengikuti Workshop Perfilman Tingkat Dasar yang diadakan oleh Kemendikbud Pusbang Film dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di kota Bogor selama 1 minggu.

Awal cerita, saya mendapat email oleh panitia kegiatan untuk mengikuti seleksi Workshop Perfilman itu. Panitia mendapat email saya dari database saat kita mengikuti festival film pendek sebelumnya. Selanjutnya info tersebut saya teruskan pada seluruh anggota di PCC Banjarmasin. Saat itu kita menyertakan link film pendek “HITUNG” yang pernah di produksi sebagai syarat mengikuti seleksi. Berhubung kali pertama mendaftarkan diri pada kegiatan semacam ini, awalnya kami pesimis dapat lolos seleksi.

Seminggu kemudian, Alhamdulillah kami mendapat email balasan dari panitia yang menyatakan 4 orang dari PCC Banjarmasin (Saya, Agung, Azmi dan Faisal) lolos sebagai peserta Workshop yang diadakan Pusbang Film ini. Rasa syukur dan bangga tidak henti-hentinya terucap.
Bagaimana tidak, kami mewakili Kalimantan Selatan sebagai peserta yang tergabung  di 100 orang peserta dari berbagai penjuru Nusantara mengikuti program ini, dan lagi ini perdana bagi komunitas kami mengikuti workshop keren beginian.

Pada Workshop Pelatihan Film Tingkat Dasar ini dibagi menjadi 3 kelas; Penyutradaraan, Penulis Skenario juga Sinematografi. Faisal lolos di kelas penyutradaraan, saya di kelas sinema lalu Agung dan Azmi di kelas penulisan skenario.

Persiapan pun kami lakukan jauh-jauh hari, namun sangat disayangkan dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan, salah seorang dari kami (Faisal) memutuskan tidak dapat mengikuti kegiatan ini. Di lain tempat, kami baru mengetahui ada 1 orang Mahasiswi Fisip Unlam Banjarmasin yang juga lolos dalam seleksi peserta Workshop, namanya Hanifa, yang ternyata 1 kelas dengan saya. Jika dijumlahkan berarti ada 4 orang (minus Faisal) yang mewakili Kalsel dalam kegiatan ini.

Azmi, Enal, Hanifa, Agung (dari kanan ke kiri) lagi nyantai di Bandara

Azmi, Enal, Hanifa, Agung (dari kanan ke kiri) sesantainya di Bandara.

Perjalanan kami ditanggung sepenuhnya oleh Kemendikbud Pusbang Film, tau dong ya gimana rasanya jalan-jalan keluar kota serta dapat pelatihan gratis dari pemerintah? uenaaakkk pol… 😀

Kita berempat berangkat bareng ke Bogor dengan waktu keberangkatan yang telah ditentukan. Sesampainya di Bandara Bogor, perjalanan dilanjutkan menuju Salak Tower Hotel menggunakan Bis. Sebelumnya saat berada di bandara, kami tidak tahu menahu kalau peserta lain udah janjian, hebatnya, mereka bisa booking 1 bis untuk semua peserta. Karena kapasitasnya sudah penuh, maka kami naik bis lain dengan menunggu terlebih dulu kurang lebih 1 jam sampai bis nya datang -__-

Sesampainya di Salak Tower Hotel, kami semua langsung diarahkan ke meja panitia agar registrasi ulang. Sembari menunggu pembagian kunci kamar, kami diperkenankan ke restoran untuk memamah biak. Restoran tampak sepi saat itu, sepertinya peserta lain sudah pada makan. Tanpa komando, kita langsung babat habis yang tersaji disana, menu makanan rutin yang akan selalu dilahap selama 1 minggu kedepan.

registrasi ulang yuks..

registrasi ulang yuks..

Namanya juga kelaparan

Namanya juga kelaparan bang.

Walau sama-sama dari Kalimantan Selatan, ternyata kami tidak 1 kamar. Agung sekamar dengan Burhan-orang Aceh, Azmi dengan Yogi-orang Padang Panjang, Hanifa dengan Ilona-orang Jakarta dan saya sendiri dengan Iwan-orang Jombang. Tau dong deg-deg an seperti apa yang saya rasakan setelah tau teman sekamar saya dari Jombang. Saya taunya jombang, ya Ryan Jombang. makanya agak deg-deg an. Hahaha.. (gogling aja kalau kamu belum tau siapa Ryan Jombang)
Dan lagi, tidak seperti kamar lain yang dibagi menjadi 2 bed. Saya dan Iwan cuma dapat 1 bed untuk 2 orang, maka kami pun harus “berbagi ranjang”.

Selang 1 hari sekamar dengan Iwan, deg-deg an saya tidak terbukti. Iwan ternyata anak pesantren, suka banyak tanya ke saya pake bahasa dan mendok daerahnya yang sebetulnya tidak saya mengerti. Kalau habis dari workshop kerjaannya lebih banyak diam di kamar sambil ngerokok dan main hp, paling sering telponan sama pacarnya -__- Iwan juga tipe orang yang manutan, di kamar itu saya yang lebih mendominasi. Hahaha.. maaf ya Wan.

~ kok ngebahas Iwan? yuk lanjut workshopnya ~

Ibarat kata jurusan sekolah, kelas sinema itu kayak kelasnya IPS. Anak cewe nya bisa dihitung pake jari, cuma ada 5 orang. Gimana gak syedih coba?
Ada Ayu, Ilona, Hanifa, Ria dan Elsa. Udah kayak power ranger aja formasinya ada 5 orang.
Semua cewe di kelas jadi pujaan kita kita yang cowo, kecuali Ria yang perangainya laki banget (Maaf ya Ria kalau terlalu jujur). Sebetulnya si Ayu juga banyak yang suka,tapi belakangan kita baru tau kalau Ayu udah bersuami. Booo..

Ilona, Hanifa, Yogi, Elsa, Ria (kiri ke kanan)

Ilona, Hanifa, Yogi, Elsa, Ayu, Ria (kiri ke kanan). Gimana, pada cantik semua kan? *abaikan yang gondrong

Disini kita selama 1 minggu penuh diajarin habis-habisan mengenai film, terlebih kelas sinema yang fokus pada tetek bengek produksi, operasi kamera, sound, lighting serta tahapan editing dalam sebuah film.

Workshop yang dimulai sejak pukul 8 pagi hingga 9 malam setiap harinya membuat kami kekurangan asupan cahaya matahari. Menu makan di restoran yang hampir tidak pernah berubah pun membuat kawan-kawan bosan sehingga menyempatkan diri keluar hotel saat jam istirahat.

Pelatihan ligthing

Setelah jam pelatihan selesai, kita inisiatif bikin kegiatan screening dan diskusi berlokasi di pinggir kolam renang hotel. Hampir tiap malamnya kita mengadakan kegiatan tersebut dengan menyajikan film karya kawan-kawan peserta dari berbagai kota. Ya walaupun screening nya hanya bermodal laptop tanpa proyektor dan sound tambahan, bagi kami ini lebih dari cukup. Terlebih bagi kami pribadi yang berasal dari Kalimantan Selatan, dimana tidak pernah mengadakan screening dan diskusi yang di kota lain sudah terapkan sejak lama. Dari sinilah kami (tim Kalsel) belajar banyak tentang film.

Sesi Screening di Kolam

Sesi Screening di samping kolam

Sesi diskusi

Sesi diskusi

Masih banyak yang perlu diceritakan dalam bentuk tulisan, kita sambung ke bagian 2 nanti yaa..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s