Naik Gunung (Tirai Hujan)

Standar
IMG_7641

Selamat datang di Tirai Hujan

Merdeka !!

sepatah kata yang membuat seluruh Rakyat Indonesia bangkit dari keterpurukannya.
tapi kali ini aku tidak akan membahas tentang hari kemerdekaan yang berlangsung tiap tanggal 17 Agustus tersebut.

Jauh hari sebelumnya aku beserta kawan-kawan sudah merencanakan untuk kembali naik (yang kami sebut gunung sebetulnya bukit) Tirai Hujan, yang juga masih berada di wilayah Tahura Sultan Adam dan bersebelahan dengan Mandiangin.

Tepat 17 Agustus 2014 yang lalu, sama seperti naik gunung sebelumnya, kami berangkat pada malam hari dengan alasan lokasi yang ditempuh tidak terlalu jauh juga tidak begitu ingin berlama-lama berada di atas gunung pada malam hari. Maka berangkatlah aku, Azmi, Chairi, Dimitri, Faisal, Fahri dan Khai dengan jumlah 7 orang (anak-anak dari PCC) tersebut dari Banjarmasin sekitar pukul 11 malam. Setibanya di Banjarbaru kami menyempatkan untuk istirahat sejenak di sebuah Mushalla berhubung akan menjemput Icha dkk di Banjarbaru pada dini harinya.

Sekitar pukul 2 dini hari kami pun bergegas meninggalkan mushalla tersebut dan mencari makan tepat di sekitar bundaran Banjarbaru sembari menunggu Icha dkk. Setibanya mereka di lokasi pertemuan (di depan warung makan) maka kami pun langsung menuju Tahura Sultan Adam. ketika itu Icha mengajak serta Alya, Neng, sepupunya Icha, sepupunya Neng juga seorang teman Alya, maka keberangkatan kami berjumlah total 13 orang. (angka seram)

Perjalanan dengan motor yang memakan waktu kurang lebih 45 menit terlihat berbeda dari perjalanan sebelumnya, tidak ada hilir-mudik motor yang menuju Tahura Sultan Adam.
Sesampainya di pos, tidak satupun dari kami yang sebetulnya tahu kemana arah dan tujuan menuju Tirai Hujan tersebut hanya dibekali 1 lembar peta (lebih tepatnya gambar corat coret) yang dikasih oleh Henny dan keyakinan akan sampainya ke tempat tujuan. *agak nekat juga sih..
Dengan mengikuti petunjuk dari peta yang ku pegang, kami pun memberanikan diri untuk coba-coba, syukur syukur kalau beruntung.

Tidak lama kami sampai di puncak Tirai Hujan, saat itu waktu menunjukkan pukul 4 dini hari.
Setibanya di puncak pun kami cuma bisa termangu, karena tidak tau harus melakukan apa karena rencana kami sebelumnya hanya ingin melihat sunrise dan kesalahan terbesarnya adalah datang terlalu cepat, matras bahkan korek api pun tidak kami bawa sehingga agak sulit untuk membuat api unggun.
Namun ada yang menakutkan setelahnya, bukan sosok besar ataupun sosok hitam tampak sekelebat, melainkan beberapa kawan ada yg terlihat begitu sibuk memainkan hp dan mencari jaringan untuk kembali berselancar di media sosial -_-

Shubuh pun tiba, berhubung sudah pernah shalat shubuh di atas gunung sebelumnya maka tidak begitu susah untuk selanjutnya menemukan arah kiblat walau tanpa kompas sekalipun.

Dan Golden Time yang ditunggu tunggu akhirnya tiba. Kami sangat bersyukur keberangkatan tanpa persiapan ketika itu tidak menyulitkan kami selama berada disana, gangguan alam dan makhluk astral sekalipun. Yang paling membuat kami bersyukur adalah tidak adanya awan gelap (mendung) dan Sunrise terlihat begitu cantik sekali komplit dengan pemandangan alamnya.

a tirai

Tidak rugi rasanya berangkat dini hari menuju lokasi, jalan satu arah yang mana awal mula juga akhir perjalanan hanya kami lihat di pagi hari, karena malamnya gelap sekali. Bayangkan jika pemandangan tersebut dapat kami lihat saat jalan menuju dan jalan pulang, yang pasti tidak se-WAHH pandangan pertama kali.

panorama dari Tirai Hujan. photo by Icha

panorama dari Tirai Hujan. taken by Icha

Tirai Hujan hanyalah nama, tidak ada tirai juga tidak ada hujannya, hanya ada 1 patokan bahwa kita pernah berada disana, 1 pohon rindang diantara luasnya hamparan rumput belantara.

The One

The One

indonesia menyapa pagiku

Indonesia menyapa pagiku

gak kalah bagus sama pemandangan alam di kota lain kan :D

gak kalah bagus sama pemandangan alam di kota lain kan 😀

niat banget sampe bawa spanduk segala. hihihi

niat banget sampe bawa spanduk segala. hihihi

ini ada sedikit video yang sempat ku bikin dari kamera handphone, maklumin ya kalau gak bagus bagus banget. hehe

Iklan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s