Turunkan Aku Disini

Standar

Ada yg bisa bayangin kalau denger kalimat “turunkan aku disini” bakal terdiskripsikan bentuk seperti apa? okee.. kita persempit konteks nya biar lebih mudah dipahami, clue nya sepasang kekasih dan jalanan | gue tau nal,pasti tentang pertengkaran orang pacaran di jalan | yapp betul banget. kali ini saya akan membahas tentang apa yang menyebabkan sepasang kekasih yang sedang romantis-romantis agak mesum diperjalanan (jalan-jalan) tiba-tiba si  cewek mengucapkan “turunkan aku disini”.

(kayaknya mulai dari paragraph berikut kalian harus ngebaca sambil nyetel lagunya naif-dimana aku disini biar lebih greget walaupun gak nyambung-nyambung banget sama topiknya)

Berawal dari penglihatan saya yang begitu tajam terhadap riuh hiruk pikuknya jalan,sempat beberapa kali saya dapati kasus orang pacaran yang sedang marah-marahan baik itu di pinggir jalan, di tengah jalan maupun di atas semak-semak (eh buset,ini kambing apa orang?). maka saya terpikir untuk mengabadikannya pada tulisan JejaKampungan saya yang hampir tidak pernah dibaca orang lain selain saya dan pantulan diri saya didepan cermin.

Pasangan kekasih manapun yang berniat jalan-jalan sebut saja kencan pengen mesum tidak pernah dan tidak mau adanya pertengkaran dengan seseorang yg begitu dikasihinya. lalu kenapa kita pernah mendapati tontonan yg begitu sinetronis sekali saat kita jalan-jalan? melalui kacamata saya ada beberapa point dari segi sebab-akibat yang dapat disimpulkan sebagai jawaban :

  1. Mulanya siapapun kalian yang ingin jalan-jalan sebut saja kencan tersebut sudah pasti berangkat dgn perasaan riang gembira, lalu apa yg menyebabkan terjadinya adegan “turunkan aku disini”? jawabnya mudah,kalian terlalu banyak mengumbar pembicaraan yg tidak penting sehingga si cowok yang berada di atas motor maupun didalam mobil mengucapkan sesuatu yang harusnya tidak diucapkan kepada cewek sehingga dapat memunculkan suatu konflik. Dan benarlah ungkapan “Mulutmu Harimaumu”.
  2. Jika kalimat “turunkan aku disini” sudah keluar dari mulut cewek, maka panjanglah urusannya dan biasanya dirayu bagaimanapun mereka tetap bersikeras untuk pulang kerumah dengan jalan kaki atau memakai transportasi lain selain naik kembali ke motor/mobil punya cowoknya. Disini letak bodohnya si cewek, kenapa adegan “turunkan aku disini” dia ucapkan saat pertengahan jalan? padahal rumah masih jauh dan ongkos ojek/taksi sekarang makin mahal. ini bukan sinetron saudariku, sadarlah. kamu tidak akan mendapatkan tumpangan dari teman cowok yg tiba-tiba lewat pakai motor/mobil lalu mengantarkan kamu kerumah dgn keadaan baik-baik saja layaknya film Transformer. Jelaslah sudah ini gara-gara si cewek yg ingin mencoba coba peruntungan dari mengikuti adegan film/sinetron.
  3. Kalau sudah begitu siapa yg dirugikan? kamu, dia dan semua manusia yg bernasib sial berada di tempat sama dimana kalian berada. kenapa jadi sial,karna sengaja atau tidak menonton kalian sedang bertengkar di jalan itu sangat amat memalukan juga memilukan,anggaplah sebagai manusia mereka gagal karna dapat menonton adegan itu dikehidupan nyata. (point ke-3 ini hanya sebuah keterangan dari klausa klausa tak terjelaskan alias curhat tak berkesudahan)
  4. Selain sebab pertengkaran dan coba-coba yg sudah disebutkan di atas,masih ada satu sebab lagi. Secara tiba-tiba si cewek mengucapkan “turunkan aku disini” di pertengahan jalan karena melihat orangtua, temen, selingkuhan, gebetan, pak bos, guru atau simpenannya yg dapat membuatnya malu atau berada di posisi gawat banget kalau kepergok lagi jalan sama si kamu mungkin.

nb: topik ini hanya berlaku apabila cewek sebagai si penebeng, kalau yg nebengnya si cowok bakal beda lagi kasusnya. hahaha.. :v

ada yg mau nambahin tentang “turunkan aku disini” versi berbeda? monggo.. 🙂

Iklan

4 responses »

  1. Pertanyaannya sebagai cowok aja nah kayapa mun ada cewe yang bilang “turunkan aku disini”. Menuruti permintaannya dan membiarkan cewe itu terlantar atauuuu tetap saja membawanya pulang hingga selamat sampai rumah 😀

    • hmm.. pertanyaan yg sangat susah untuk dijawab.
      dilihat dari kenyataan yg ada di lapangan sih si cowok enggan untuk menuruti permintaan doi,tapi ya si doi bakal tetep maksa turun ke jalan bagaimanapun caranya baik itu haram maupun halal. hahaha 😀
      kalau aku sbagai pria sejati sih marahannya pas udah nyampe rumah aja B)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s